PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN I


       Al-Qur’an memperkenalkan dirinya sebagai ‘pemberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus’ (QS 17: 19). Berbagai petunjuk bertujuan  untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, baik secara individual maupun komunitas. Nabi Muhammad SAW, bertindak sebagai penerima Al-Qur’an, bertugas menyampaikan berbagai petunjuk tersebut, menyucikan dan mengajarkan manusia (QS 67: 2). Menyucikan dapat diidentikan dengan mendidik, sedangkan mengajar tidak lain kecuali mengisi benak anak didik dengan pengetahuan yang berkaitan dengan alam metafisika serta fisika (Al-Marzuqiy, 1400 H: 1).
            Tujuan yang ingin dicapai dengan pembacaan, penyucian, dan pengajaran tersebut  adalah pengabdian kepada Allah sejalan dengan tujuan penciptaan manusia yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Dzariyat 56: aku tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk menjadikan tujuan akhir atau hasil segala kegiatannya sebagai pengabdian kepadaku.(Al-Kik, 1965: 94).
           Kegiatan tersebut di atas terkandung ayat 30 surat Al-Baqarah: sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, dan surat Hud ayat 61 : Dan Dia yang menciptakan kamu dari bumi(tanah) dan menugaskan kamu untuk memakmurkan.
         Maksudnya, manusia yang dijadikan khalifah itu bertugas memakmurkan atau membangun bumi ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan oleh Allah.
           Berdasarkan ini, kita dapat mengatakan bahwa tujuan pendidikan Al-Qur’an adalah “membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah.(M. Quthb, 1400H: 13). Atau dengan kata yang lebih singkat dan sering digunakan oleh Al-Qur’an, “untuk bertakwa kepada-Nya.”
               Menurut Quraish Shihab ( 2004: 173) tujuan yang ingin dicapai Al-Qur’an adalah membina manusia guna mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Manusia yang dibina adalah makhluk yang memiliki unsur-unsur material (jasmani) dan inmaterial (akal dan jiwa). Pembinaan akalnya menghasilkan ilmu. Pembinaan jiwanya menghasilkan kesucian dan etika, sedang pembinaan jasmaninya menghasilkan keterampilan. Dengan penggabungan unsur-unsur tersebut, terciptalah makhluk dwi dimensi dalam satu keseimbangan, dunia dan akhirat, ilmu dan iman. Itu sebabnya dalam pendidikan Islam dikenal istilah adab al-din dan adab al-dunya.
                Aktifitas kependidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam memberikan transformasi pengetahuan dan nilai-nilai tentang kehidupan kepada orang lain. Pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa kepada anak-anak yang dikenal  dengan peserta didik. Salah satu tugss utama orang tua adalah memberikan pendidikan kepada anak-anaknya agar kelak menjadi orang dewasa yang sehat, beriman, mandiri, bertanggungjawab, cerdas, terampil, kreatif, berilmu, dan berakhlak mulia. Pendidikan ditempuh dengan berbagai cara, melalui pendidikan informal dalam keluarga, pendidikan non formal di masyarakat, dan melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah. Tanggung jawab pendidikan berporos pada tiga komponen: orang tua (keluarga), masyarakat, dan sekolah.
          Term Al-Qur’an yang dapat dikategorikan sebagai aktifitas pendidikan sebagaimana dikemukan oleh Lajnan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (2014 :10-12) antara lain sebagai berikut:
a. Tarbiyah
            Kata tarbiyah merupakan bentukan dari rabba-yarubbu yang dimaknai sebagai memeliharaq, merawat, melindungi, dan mengembangkan. Kata terbiyah umumnya diartikan sebagai pendidikan, suatu tindakan sengaja untuk mendewasakan anak, memberi pengetahuan dan keterampilannya agar mampu hidup mandiri pada zamannya.
            Salah satu ayat alqur’an yang menggunakan term rabba terdapet pada surah al-Isra’/17:24, sebagai berikut:
وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا 
“dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
b. Ta’lim
            Salah satu cara terpopuler untuk mentransfer pengetahuan atau informasi adalah melalui pembelajaran (proses belajar mengajar). Pada proses pembelajaran guru atau pendidik mentraansformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya agar mereka mengetahui, merasakan, dan mempraktekan kognitif, afektif, dan psikomotorik) suatu pengetahuandan keterampilan. Para rasul-rasul pun mendaapat tugas menyampaikan ajaran Allah SWT. Kepada manusia menggunakan metode ta’lim ini. Di dalam Al-Qur’an dijumpai beberapa ayat tentang perilaku rasul mengajarkan kebenaran kepada ummatnya. Salah satu di antara ayat itu, Surah al-Baqarah: 129, sebagai berikut:

رَبَّنَا وَٱبۡعَثۡ فِيهِمۡ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَيُزَكِّيهِمۡۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ      
Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

c. Mau’izah hasanah
            Pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu di antaranya adalah apa yang dikenalkan oleh Al-Qur’an dengan mau’izah hasanah atau nasihat yang baik. Nasihat nasihat yang baik tentang kehidupan, pergaulan, dan hal-hal lainnya dapat dilakukan sejak manusia mampu melakukan komunikasi verbal. Nasehat dapat dilakukan untuk mengkoreksi atau memperbaiki sikap dan tinggkah laku yang keliru di masa lampau, atau untuk memberi bekal tentang kehidupan yang baik di masa depan.
            Kata mau’izah berasal dari wa’aza yang bermakna pengingatan tentang kebaikan. Menurut Ibnu Sayyidih, sebagaimana dikutip oleh Ibnu Manzur, bahwa makna kata mau’izah adalah pengingatan seseorang kepada orang lain tentang hal-hal yang dapat melembutkan hatinya dalam hal pahala dan dosa.
            Kita menjumpai ungkapan ini misalnya pada surah Ali’Imran: 138:
هَٰذَا بَيَانٞ لِّلنَّاسِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٞ لِّلۡمُتَّقِينَ   
(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Oleh : M Abduh Almanar
Share:

No comments:

Post a Comment

Chat Langsung dengan Kami Via WA

Ekskul - Tim Paskibra Al-Irsyadiyah

Postingan Terpopular